REKOMENDASI KONFERENSI DAERAH PDI PERJUANGAN SUMBAR PADANG, 28 JULI 2019

Agenda pemilihan umum (Pemilu) serentak 2019, saat ini memasuki tahapan terakhir yakni pelantikan calon terpilih baik presiden maupun legislatif di tingkat pusat hingga daerah. Rampungnya agenda Pemilu nasional ini, langsung disambut agenda pemilihan kepala daerah yang akan digelar di 270 daerah terdiri dari 9 provinsi, 224 kabupaten dan 37 kota pada tahun 2020 nanti. Pelaksanaan pencoblosannya ditetapkan KPU RI, 23 September 2020.

Provinsi Sumatera Barat, merupakan satu dari 9 provinsi di Indonesia yang akan melaksanakan agenda pemilihan kepala daerah periode 2020-2024. Pemilihan gubernur Sumbar ini akan digelar serentak dengan pemilihan 11 bupati (Padangpariaman, Agam, Pasbar, Pasaman, Limapuluh Kota, Tanahdatar, Sijunjung, Dharmasraya, Kabupaten Solok, Solsel dan Pessel) dan 2 Wali Kota (Bukittinggi dan Kota Solok).

Persoalan mendasar dari sisi agenda pembangunan nasional pasca pemilihan kepala daerah serentak 2020 ini adalah masa jabatan setiap kepala daerah menjadi 4 tahun sebagaimana diatur dalam Pasal 201 Ayat (7) UU No 10 Tahun 2016 yang bunyinya, “Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati serta Wali Kota hasil Pemilihan tahun 2020 menjabat sampai dengan 2024.”

Masa jabatan kepala daerah yang diperpendek ini, dipandang PDI Perjuangan Provinsi Sumater Barat harus dicermati secara cerdas oleh seluruh elemen masyarakat demi keberlanjutan pembangunan di Ranah Minang. Sudah tak masanya lagi, terus mempertajam perbedaan pilihan politik di Pemilu 2019.

Saatnya kita memaknai momentum Pemilihan Kepala Daerah Serentak 2020 ini, untuk melahirkan tokoh-tokoh yang bisa membawa provinsi Sumatera Barat berpadu dalam kemajuan, kedepankan jati diri kebudayaan Minang dalam sintesa dengan seluruh kebudayaan Indonesia agar Indonesia bisa berdaulat dalam politik.

Memperhatikan aspirasi yang berkembang di masyarakat, PDI Perjuangan memandang perlu melahirkan rekomendasi terhadap arah pembangunan kedepan yang dirumuskan dalam dua agenda utama yang selaras dengan Nawa Cita Jilid II Presiden Terpilih Joko Widodo-Ma’ruf Amin yakni:

  1. Ekonomi Berdikari

Sebagai upaya kongkret mewujudkan Indonesia yang berdaulat, keberdikarian ekonomi di bidang pangan, energi, air, keuangan dan pertahanan, serta berkepribadiaan yang mengarahkan Indonesia pada kemerdekaan politik, sekaligus kemerdekaan ekonomi, PDI Perjuangan meyakini bahwa Rakyat harus menjadi orientasi dan sumber didalam mewujudkan Trisakti.

Untuk mewujudkan ekonomi yang berdikari diwujudkan melalui:

a. Pembangunan Kepariwisataan

Selain Mentawai yang dikenal dunia internasional akan ombak dan status sebagai paru-paru dunia, Sentra Pariwisata Sumbar juga ada Kota Bukittinggi dengan daerah penyangga Agam (Danau Maninjau dan Puncak Lawang serta industri kerajinannya), Padang Panjang (Tradisi Pacu Jawi), Tanah Datar (Kerajaan Pagaruyung), Lima Puluh Kota (Lembah Harau yang telah diakui dunia), Payakumbuh (Tradisi Pacu Itik).

PDI Perjuangan memandang, fokus pembangunan pariwisata Sumbar kedepan, harus menunjang potensi pariwisata Bukittinggi dan daerah penyanggannya. Bukan dengan menciptakan destinasi baru yang belum dikenal publik secara luas –yang notabene akan menghabiskan energi besar untuk menjualnya ke publik.

Kota Bukittinggi, Kota Seribu Cerita. Peninggalan era Belanda (Benteng Fort de Kock), Jepang (Lubang Jepang) hingga perjuangan mempertahankan kemerdekaan (berdirinya PDRI pasca ibukota Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda). Semua itu telah jadi catatan sejarah yang tak mungkin dihapus dari kota ini.

PDI perjuangan merekomendasikan agat pengembangan wisata di provinsi Sumatera Barat berakar kuat pada kebudayaan masyarakat. Oleh karena itu, PDI Perjuangan mengusulkan:

  • Terwujudnya pariwisata Indonesia yang berkelanjutan untuk menghapus kemiskinan dan mendorong pembangunan nasional dengan tetap berpedoman pada Trisakti yakni berdaulat dalam bidang politik melalui pembangunan karakter bangsa dan mempererat kerukunan bangsa dengan saling berkunjung melalui pariwisata; berdikari dalam ekonomi, melalui pembangunan ekonomi kerakyatan dan kemandirian pangan melalui kuliner nusantara; serta berkepribadaan dalam budaya, melalui konservasi budaya dan menjaga kearifan lokal.
  • Rakyat sebagai pelaku di bidang pariwisata yang berbasis lingkungan dan kebudayaan nasional.
  • Pembangunan destinasi wisata dengan pengelolaan pengembangan wisatawan berkualitas dengan mengedepankan prinsip keselamatan, keamanan, kesehatan, lingkungan hidup, pengalaman yang dimanfaatkan untuk penguatan karakter warga negara.

b. Pembangunan Infrastruktur Tol

Selain potensi wisata, Sumbar memiliki potensi istimewa yakni Pelabuhan Telukbayur. Pelabuhan ini merupakan satu-satunya pelabuhan di pantai barat Sumatera yang berhadapan langsung dengan jalur dagang dunia melalui Terusan Suez di Mesir.

Pulau Sumatera juga memiliki pelabuhan penting di sisi timur yakni Pelabuhan Dumai di Riau dan Belawan di Sumut yang siap menampung aktivitas ekspor dan impor di jalue Selat Malaka yang merupakan selat paling sibuk di dunia.

Disinilah urgensinya pembangunan Jalan Tol Padang-Pekanbaru tetap dilanjutkan. Potensi arus orang dan barang jadi lebih cepat dari barat ke timur. Produk pertanian, perkebunan, perikanan dan sumber daya alam lainnya dari barat ke timur atau sebaliknya akan lebih cepat terdistribusi, yang tentu saja akan berefek pada pemenangan persaingan pasar global.

c. Pembangunan SDM

Sejak era penjajahan hingga sekarang, aktivitas pendidikan di Sumbar sudah terkenal. Saat ini, Kota Padang telah menjadi sentra pendidikan di Sumbar. Data BPS 2017, diperkirakan ada 190 ribuan mahasiswa yang menempuh pendidikan di 107 perguruan tinggi.

Ketatnya persaingan dalam dunia kerja, mesti disikapi institusi pendidikan tinggi di Sumbar ini untuk bergerak ke arah pendidikan vocasi sebagaimana tercantum dalam Nawa Cita Jilid II Jokowi-Ma’ruf Amin.

Hal ini penting karena Indonesia akan mengalami masa bonus demografi sementara mayoritas negara di belahan dunia lainnya, akan mengalami fase sebaliknya. Angkatan mudanya sedikit. Ini merupakan peluang yang mesti segera dijawab, salah satunya dengan meningkatkan kemampuan penguasaan bahasa asing.

      2. Bidang Kebudayaan

PDI Perjuangan memandang, pembangunan kebudayaan ini sangat penting di erah globalisasi seiring makin maraknya perilaku intoleran di tengah-tengah masyarakat. Sebab, Indonesia selama ini dengan segala kemajemukannya, telah terbukti mampu bertahan melampui zaman.

Dewasa ini, kemajemukan ini terasa terus dirongrong dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi. Budaya literasi masyarakat yang makin rendah, akhirnya makin menyuburkan perilaku yang akan mengoyak sendi-sendi kita dalam bernegara kesatuan, NKRI. Kabar bohong terus diproduksi demi mereduksi pihak yang berseberangan bahkan negara. Ini tak bisa dibiarkan.

PDI Perjuangan menegaskan berkomitmen sebagai Rumah Kebangsaan Indonesia Raya. PDI Perjuangan sebagai rumah bersama seluruh warga tanpa membeda-bedakan suku, agama, jenis kelamin, dan status sosial. Semua warga negara adalah sama. Semua Buat Semua, Satu Buat Semua, Semuat Buat Satu.

Berdasarkan dinamika politik nasional, PDI Perjuangan menyadari bahwa tahun 2024 adalah puncak regenerasi menyeluruh kepemimpinan nasional dan regenerasi di kalangan rakyat. Oleh karena itu Konferensi Daerah DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Barat memutuskan mendukung sepenuhnya percepatan pelaksanaan Kongres V Partai agar agenda Partai dan agenda pemerintahan dapat berjalan selaras. Bagi PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Barat, Kongres V Partai akan menjadi momentum bagi PDI Perjuangan untuk semakin menegaskan dirinya sebagai “partai pelopor”, dengan kepemimpinan partai yang ideologis, dan secara sungguh-sungguh mengabdi dan bekerja untuk rakyat.

Konferensi Daerah DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Barat juga secara bulat, tegas dan aklamasi mengusulkan Ibu Megawati Soekarnoputri untuk dikukuhkan kembali sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan periode 2019 – 2024 yang akan ditetapkan pada Kongres V Partai tahun 2019;

Demikian Rekomendasi Konferensi Daerah DPD PDI Perjuangan Provinsi Sumatera Barat. Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan rahmat kepada kita untuk mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila 1 Juni 1945 dan UUD NRI 1945.

Merdeka!!

 

Kota Padang, 28 Juli 2019


No Replies to "REKOMENDASI KONFERENSI DAERAH PDI PERJUANGAN SUMBAR PADANG, 28 JULI 2019"


    Got something to say?

    Some html is OK